Menikmati Wisata Organik di Kebun Irup yang Hijau dan Asri Alami

Di Desa Saribaya, Lingsar, Lombok, Nusa Tenggara Barat terdapat Kebun Irup yang merupakan daerah wisata organik baru yang dimiliki oleh Bpk. Basuki Rahmat. Kebun yang merupakan sebidang tanah organik seluas 59 are yang sejak 2013 telah berdiri ini memang sangat alami. Tanah yang merupakan jalur mata air dan daerah resapan hujan kota Mataram, berada di pinggir Sungai Jangkok yang jernih dan belum tercemar, di mana sungai ini bermuara di kota tua Ampenan.

Kebun Irup sendiri bertujuan memberikan alternatif belajar bersahabat dengan alam. Dengan konsep kekeluargaan, tempat ini terbuka bagi keluarga untuk dapat beraktifitas menyesuaikan dengan kondisi fisik dan usia.

Apa saja yang dapat dilakukan disini? 

 

  • Bisa Kemping Sekeluarga Sambil Belajar dari Alam

Tanaman yang ada di Kebun Irup merupakan jenis tanaman organik, karena tidak menggunakan alat dan mesin modern, lebih diutamakan penggunaan mikroorganisme yang mampu membantu kesuburan tanah alami, tidak menggunakan bahan kimia sedikitpun.

Hal ini disebabkan karena Bpk. Basuki Rahmat juga berprofesi sebagai seorang dokter ahli penyakit jantung. Sehingga belajar dari kegiatan sehari-hari merawat pasien di rumah sakit, menimbulkan ide untuk  budaya makan yang sehat dan makan makanan yang dapat mencegah stroke, diabetes, penyakit jantung, darah tinggi dll.

Khusus untuk program penyosialisasian budaya makan yang sehat ini, disebut diskusi sehat jantung untuk komunitas diutamakan bagi yang berusia diatas 40 thn.

 

  • Bermain Rafting, Tubing dan Kayak

 

Cocok dilakukan bagi segala usia, bermain mengarungi Sungai Janggot dengan air terjun yang cantik sambil menikmati alam yang bebas dari pestisida dan pupuk kimia.
Saat kami dari Koalisi Lestari Hutanku (KLH) hadir melihat lokasi, kami berjalan melalui pematang sawah dan setelah berjalan cukup jauh namun tak terasa lelah karena udara yang teramat segar, kamipun disuguhi minuman air kelapa langsung dari Kebun Irup yang segar sekali. Saya merasa sangat segar dan sanggup rasanya menghabiskan satu buah air kelapa lagi.

Kemudian kami diajak berkeliling melihat-lihat. Ibu-ibu penduduk sekitar mulai memasakkan nasi dan sayuran, sedangkan para lelaki dewasa mulai menangkap ikan yang berada di lokasi yang sama dan hanya memakan tanaman dari Kebun Irup. Sementara itu kami juga melihat lokasi air terjun dan sungai tempat bermain rafting, tubing dan kayak.

Setelah selesai berkeliling, kami pun menikmati ikan bakar hangat sambil mengobrol mengenai Kebun Irup ini.

Di dekat air terjun ternyata terdapat pembangkit listrik tenaga hidro. Pembangkit listrik jenis ini cocok untuk dalam menyediakan listrik berskala kecil dengan cara memanfaatkan tinggi terjunan dan jumlah debit air. Keunggulannya aman dan tidak merusak lingkungan, tidak menimbulkan pencemaran, dapat mendukung program pelestarian lingkungan karena dapat dipadukan dengan program lainya seperti irigasi, perikanan dan rekreasi lainnya yang menggunakan sungai dan air sebagai medianya.

 

  • Bagaimana Cara Menuju Kebun Irup?

Untuk mencapai Kebun Irup dari Bandara Internasional Lombok diperlukan waktu kira-kira 1 jam, melalui jalanan yang telah diaspal rapih dan mulus. Apabila perjalanan dilakukan dari kota Mataram, hanya memerlukan jangka waktu 10 menit saja. Di desa Saribaya terdapat mata air Sara Sute, yang ternyata merupakan sumber air utama bagi kota Mataram dan telah dikelola dengan baik oleh PDAM setempat, sehingga desa Saribaya ini sangat menjaga sekali lingkungan sekitarnya, dan tetap mengutamakan agar dapat menjadi salah satu desa air di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kita dapat melihat dari desa Saribaya, gunung Sasak dan gunung Rinjani. Mayoritas penduduk di desa ini bertani padi, berkebun palawija seperti kacang, tomat, cabe, mengelola kolam ikan dan ada beberapa pertenakan sapi milik warga.
Dalam wawancara tersendiri dengan Bpk. Basuki Rahmat, disampaikan bahwa karena beliau bergerak dalam dunia kesehatan, maka percaya bahwa kesembuhan dari alam.  Ada budaya dari Jepang, berjalan di hutan (Shinrin-Yoku/mandi hutan) dan dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap responden mandi hutan yang dilakukan berkala bagi penderita penyakit maka gula darah akan membaik, tensi membaik. Ini terlihat nyata bagi penderita penyakit jantung koroner, diabetes dan hipertensi.

Kebun Irup menekankan akan keseimbangan ekosistem dari alam itu sendiri, sehingga tidak memerlukan lagi pestisida, dan pupuk buatan. Kemudian dari kunjungan wistawan ke Kebun Irup, diharapkan dapat menghidupi kehidupan masyarakat sekitar, karena semua yang disediakan dari awal kami masuk ke area lokasi Kebun Irup minuman dan makanan adalah hasil dari masyarakat sekitar.

Hal ini sejalan dengan keterangan dari Bpk. Sarawan, kepala Desa Saribaya, bahwa keberadaan Kebun Irup ini telah menjadi tempat wisata sehingga dengan banyaknya kunjungan wisata, desa Saribaya menjadi semakin dikenal dan dapat memberi penghidupan yang layak bagi masyarakat sekitarnya. Masyarakat pun juga dapat lebih menjaga kelestarian lingkungan secara lebih alami, karena mengetahui bahwa mereka dapat mendapatkan banyak manfaat dari asrinya lingkungan.

Untuk semua kegiatan tersebut, pihak pengelola tidak mematok biaya yang mahal. Cukup dimulai dari Rp 50 ribu untuk paket makan sehat; Rp 120 ribu untuk paket tubing; Rp 250 ribu untuk paket kayaking. Sementara untuk paket edukasi, dimulai dari Rp 120 ribu, hingga Rp 300 ribu untuk paket kemping edukasi maupun kemping bersama keluarga. Cukup terjangkau bukan?

Yuukk kita ke Kebun Irup!

Share Yuk !

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay

KutaCentralPark
KandaRestaurant

Update Your Life With Svarga News

Dapatkan info menarik, menghibur dan menambah wawasan di Svarga News
HanaTajima
LiviZheng
Medalion