fbpx

‘Blackpink: Light Up the Sky’, Awal Mula Kisah Terbentuknya Blackpink

Sebuah film dokumenter musikal dari sebuah band K-Pop yang sekarang sedang hype, yaitu Blackpink, belum lama ini dikeluarkan Netflix. Seperti pada umumnya, sebuah film dokumenter dari grup band pasti akan melihat dari dekat bagaimana perjuangan sebuah band dari awal mereka sebelum terkenal hingga saat ini, di mana mereka telah dikenal luas dan mempunyai fans di belahan dunia lainnya.

Dan benar saja, film ini akan melihat secara intim dari keempat personelnya yaitu Jennie, Lisa, Jisoo, dan Rose, yang akan membuat kita terkejut, betapa beratnya perjuangan mereka untuk membentuk Blackpink ini.

Menit pertama dimulai, sejumlah lagu dalam video klip mereka diperdengarkan dan kita akan dikenalkan dengan Teddy Park yang perannya sangat penting sebagai produser sekaligus dsebagai penulis lagu yang dinyanyikan Blackpink itu sendiri. Saat mereka sedang di studio, terdengar sayup kalau mereka sedang mendengarkan rekaman ‘Sour Candy’, salah satu lagu Blackpink terbaru yang berkolaborasi dengan Lady Gaga.

© Netflix

Secara singkat, Teddy sempat menjelaskan bagaimana karakter masing-masing personel ini dan kelebihan mereka di dalam sebuah grup. Tak lupa latar belakang Teddy sendiri pun juga diulas sedikit, dan kita tahu bagaimana ia akhirnya bisa menjadi produser Blackpink.

Nah sekarang masuk ke bagian yang seru, kita akan diantar ke masa lalu, masa kecil masing-masing member sebelum mengikuti audisi yang diadakan oleh YG Entertainment dan sesudah mereka mengikuti audisi tersebut.

Berawal dari Jennie, member yang diceritakan lahir di Korea ini kemudian pindah dan tinggal lama di Selandia Baru bersama keluarganya. “Saat usiaku 15 tahun, aku memutuskan untuk pindah ke Amerika, namun pada saat aku ingin berkemas.” Jennie kemudian mengikuti audisi YG Entertainment saat usianya 14 tahun, dan langsung diterima. Ia dilatih selama 6 tahun di manajemen itu, dan menjadi member dengan masa training terlama.  

Berikutnya gantian Lisa, sebagai member yang lahir di Thailand, Lisa mulai menari di usianya yang muda. “Bibiku mempunyai sebuah grup band dan aku sering memainkan mikrofonnya sambil menyanyi dan menari, saat itulah ibuku sadar aku suka menari, jadi dia mendaftarkanku kursus saat aku di TK, begitulah awalnya.”

© Netflix

Masa kecil Lisa memang dipenuhi dengan kontes dan kompetisi menari, “Saat berumur 13 tahun aku mengikuti kontes menari dan ada seorang pencari bakat menyuruhku bernyanyi dan bertanya apa aku ingin menjadi penyanyi. Lalu aku sadar aku suka menyanyi dan menari, dan saat mereka membuat audisi itu, aku memutuskan untuk mencobanya.”

Pada tahun 2010, Lisa mengikuti audisi yang diadakan YG Entertainment dan akhirnya setelah menunggu 2 bulan, ia dikabari bahwa ia diterima. Saat itu Lisa yang masih berusia 14 tahun, pindah ke Korea untuk mengikuti training. Pada awalnya Lisa tidak bisa bahasa Korea,  jadi ia harus mengikuti kursus bahasa Korea terlebih dahulu.

Beralih ke Jisoo, member tertua dari Blackpink ini mengikuti audisi YG Entertainemnt pada tahun 2011, saat ia berusia 16 tahun. Pada awalnya ia ingin menjadi penulis atau pelukis. Ia pun sempat bergabung dengan klub drama di kelas 11. “Mereka bilang aku harus ikut audisi, karena aku membutuhkan pengalaman itu. Ini audisi pertamaku di YG, aku tidak percaya kalau aku bisa melakukan ini.”

© Netflix

Sekarang ke Rose. Member ini lahir di Selandia Baru dan pindah ke Australia. Rose pintar memainkan piano dari kecil dan ia juga menguasai gitar di saat usia remajanya. “Ayahku mendengar berita kalau YG akan ke Australia, dan ia kemudian menanyakan apakah aku ingin ikut audisi itu. Dan ayahku kemudian mengatakan kalau aku harus mencoba melakukan sesuatu, jika tidak, nantinya akan menyesal.”  

Rose kemudian mengikuti audisi itu pada tahun 2012 saat ia berusia 16 tahun. Ia kemudian diterima dan diminta untuk terbang ke Korea dalam waktu 2 bulan. Rose menjalankan masa training selama 4 tahun, tercepat di antara member lainnya.

Setelah kita diajak masuk sebelum masa audisi, kita akan diperlihatkan bagaimana audisi mereka yang sangat kompetitif. Mereka kerap dipasangkan dengan orang lain dan dilihat apakah cocok atau tidak.

Mereka juga menjelaskan bahwa masa training adalah masa tersulit untuk mereka, mereka melakukan berbagai macam latihan “14 jam sehari hanya untuk latihan,” kata Jennie. Diceritakan juga bahwa di setiap bulannya, para member akan tampil di depan para produser untuk menampilkan lagu solo, lagu grup dan koreografi grup.  Lisa membuat koreografi untuk para member setiap bulannya, lalu mereka akan berbagi peran untuk bernyanyi.

© Netflix

Mereka tetap yakin dengan kemampuan mereka masing-masing bahwa mereka bisa menunjukkan mereka mampu dan layak untuk menjadi Blackpink yang sekarang kita kenal dengan kekompakannya yang padu, energik, dan koreografinya yang tak membosankan.   

Akhirnya, pada tanggal 8 Agustus 2016, YG entertainment memperkenalkan mereka secara resmi lewat konferensi pers dan setelah debut itu mereka merilis lagu Whistle dan langsung memperoleh penghargaan di skala domestik.  

Hari terus berjalan, dan perjalanan mereka sebagai sebuah band terus menjadi besar, dan beralih ke 2019, diceritakan juga bagaimana mereka menjalani world tour panjang ke sejumlah negara Asia dan di sela tur tersebut mereka juga menyempatkan tampil di Coachella di Amerika Serikat.  

© Netflix

Sempat grogi tampil di Coachella, karena takut dengan respon orang Amerika saat melihat mereka, namun ternyata mereka langsung bersorak sorai dan menikmati penampilan Blackpink di ajang tersebut. Mereka puas dan bangga dengan diri mereka yang telah berhasil tampil dengan baik.

Setelah itu mereka lalu melanjutkan world tour mereka dan terakhir diperlihatkan tur mereka di Thailand, tempat kelahiran Lisa.

Banyak kejadian haru dan menyenangkan yang diperlihatkan film ini. Buat para fansnya, film yang relatif sederhana dalam menuturkan sebuah cerita, mendekatkan girl band K-Pop kepada kita dan melihat seperti apa mereka sebetulnya, dari mereka kecil hingga mereka terkenal sampai sekarang ini.

Jelas ini baru langkah awal dari perjuangan karir mereka yang masih terbilang panjang, namun pelajaran penting yang bisa kita ambil adalah, tak ada yang instan dalam meraih kesuksesan, semua harus melalui perjuangan panjang dan melelahkan. Selebihnya, kita bisa lihat sendiri.  

Oleh: Arzetti Maharani

Director: Caroline Suh

Casts: Lisa, Rose, Jennie, Jisoo, Teddy Park

Duration: 79 Minutes

Score: 7.5/10

Share Yuk !

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay

PanenRayaNusantara

Update Your Life With Svarga News

Dapatkan info menarik, menghibur dan menambah wawasan di Svarga News
BrandingStarterPack
JasaDesignLogo
DenpasarFestivalColorRun5k2019
DenpasarFestival2019