‘Eagle Fly Free’, Peluncuran Band Eighty Seven dengan Konsep Bakti Sosial dan Rock Tribute

Sebuah pagelaran musik yang terbilang unik baru-baru ini diadakan di Denpasar, Bali. Setelah lama berdiam diri dari kegiatan massa akibat pandemi COVID-19 yang masih berlangsung di banyak negara, akhirnya Paguyuban Eighty Seven dengan dukungan sejumlah pihak, termasuk pemerintah kota Denpasar, DPD RI, dan pemuka adat setempat, mengadakan acara ‘Eagle Eye Free’.  

Acara ‘Eagle Eye Free’ sendiri digagas oleh Paguyuban Eighty Seven, yang awalnya terbentuk dengan kumpul – kumpul bareng di studio music Reborn – Ubung. Paguyuban itu sendiri merupakan wadah beberapa orang penyuka musik rock, khususnya music heavy metal era 80-an hingga 90-an. Mereka membentuk beberapa band tribute yang menyanyikan lagu milik beberapa grup rock tersebut.

Dengan adanya sebuah wadah, diharapkan akan lebih mudah utk mengorganisir kegiatan – kegiatan bermusik yg tentunya diikuti dengan kegiatan – kegiatan sosial kemasyarakatan agar dapat melibatkan sesama penikmat musik yang tidak tergabung dalam band.

Paguyuban Eighty Seven akhirnya terbentuk pada 1 Januari 2020. Nama 87 (Eighty Seven) dipilih karena mengandung makna “Kegilaan”, namun dalam artian positif. Gila terhadap hobby bermusik, gila terhadap pertemanan, gila karena siap meluangkan waktu dan materi ditengah kesibukan. Dari beberapa anggota ternyata ada sebuah kesamaan yaitu kegemaran terhadap band heavy metal asal Jerman yaitu Helloween. Maka muncullah ide untuk membentuk sebuah band yang murni berasal dari Paguyuban Eighty Seven dengan mengambil nama yang sama dengan nama paguyuban tersebut.

Acara Eagle Eye Free sendiri diadakan di Warung Rujak, Denpasar (9/8), yang dibarengi dengan sejumlah kegiatan sosial seperti acara donor darah oleh tim medis UTD PMI Kota Denpasar, bakti sosial yang membagikan sembako dan pembagian kacamata baca. Tampak anggota DPD-RI, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna atau biasa dipanggil Arya Wedakarna, yang datang memberi dukungan atas terselenggaranya acara ini.

Untuk acara puncaknya sendiri, sejumlah band membawakan rock tribute beberapa grup band rock klasik, seperti band pembuka ‘Under Siege’ yang membawakan tribute to Sepultura, dilanjutkan oleh ‘Like Father Like Son’ (Power Metal), ‘Old Taro’ (Metallica), ‘Van Balang Tamack’ (Van Halen). Band pamungkas, ‘Eighty Seven’ muncul sebagai penutup yang membawakan lagu-lagu dari band Helloween.

Share Yuk !

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay

PanenRayaNusantara

Update Your Life With Svarga News

Dapatkan info menarik, menghibur dan menambah wawasan di Svarga News
BrandingStarterPack
JasaDesignLogo
DenpasarFestivalColorRun5k2019
DenpasarFestival2019