‘Rainbow Cake’, Kelamnya Kue Pelangi yang Penuh Warna

Hilda Lidakan, tokoh utama novel, gadis penyendiri yang tak kekurangan apapun dalam hidupnya, kecuali cinta. Orang tuanya memberikan segalanya, namun baginya itu adalah cinta yang sumir- tidak jelas apakah itu kasih sayang atau ambisi orang tuanya agar ia menjadi anak sempurna.

Namun, ia tak punya teman karena dirundung kawan sebayanya, karena penampilan fisiknya, karena kekayaannya. Penghinaan yang dialaminya dan terjebak kesalahan pola asuh membuatnya jengah, mati rasa, yang tak membawanya pada pencerahan namun terjebak dalam lorong yang sunyi. Tokoh Hilda lalu menjadi berbeda di pertengahan bab, ia adalah seorang ratu yang cantik dan cerdas, maestro pembuat kue dan memiliki pengetahuan seni.

Novel dibuka dengan penggambaran Hilda dengan sederhana dan detil, dari masa kecil hingga dewasanya, termasuk penyiksaan terhadap boneka-boneka. Penulis sudah mempersiapkan kesuraman Hilda remaja dalam satu bab yang menentukan nasib tokoh utama dan tokoh-tokoh lainnya di bab-bab akhir.

Hilda dewasa tetap menyendiri. Ia bersekolah di Paris – sebagai mahasiswa jurusan Patisserie. Ia tetap tak berkawan. Jiwanya adalah lorong-lorong kosong kota Paris meskipun kota itu gemerlap dengan segala pesonanya.

Kembali ke tanah air, Hilda bertemu seseorang bernama Kula yang memperkenalkannya pada cinta. Namun hatinya sudah mengeras, cinta tak boleh ada dalam dirinya.

 Aku orang yang tak pernah tahu arti bahagia yang sesungguhnya. Dari kecil semua sudah tersedia tanpa kekurangan, dan tidak ada kesulitan apapun. Tapi apakah itu Bahagia? Aku gak merasa sama sekali sebagai mahluk Bahagia. Baik dulu maupun sekarang. Malah aku merasa begitu menderita. Jangan-jangan, derita itu similar dengan bahagia, ya?” (Hal-205).

Bertemu pula ia dengan kawanan masa lalu yang menyakitinya. Pun dengan orang tua yang kini membutuhkan kasih sayang, tapi Hilda tak merasa itu sebuah kewajaran. Hilda menghukum semua orang termasuk dirinya.

Tiga Kota – Dua Negara – Dua Karya Seni

Novel ini dilatarbelakangi tiga kota dari dua negara yang berbeda. Paris- pelarian tokoh utama, Ubud – pelarian kedua, dan Jakarta – kepulangan.  Paris dan Ubud, sama-sama pusat kesenian. Dalam masa pelarian itu, tokoh utama menemukan gairah baru, setelah menjadi maestro patiesserie yang merupakan ‘balas dendam’ pertamanya. Dua karya seni hebat yang memberi tokoh (dan penulis) gairah tersebut adalah Sujiwo Tejo, dengan tembang Ingsun dan Titi Kolo Mongso yang merasuki alam bawah sadar tokoh utama. Lalu, lukisan Rakit Medusa karya Gericault sebagai potret kegilaan tentang proses berkarya yang menjadi inspirasi tokoh utama.

Dualisme dihadirkan oleh penulis seperti cinta dan benci, derita dan kebahagiaan, sempurna dan ketidaksempurnaan (hidup) seperti kue dan kulkas, yang mewakili kontradiksi cinta dan benci, dan kenangan-kenangan penuh luka itu awet dalam ruang yang dingin dan sepi. Kucing dan boneka menegaskan si tokoh utama sebagai penyendiri yang ansos. Tak bisa dinafikan, novel ini bernuansa suspense, yang pada awalnya boleh dikatakan ‘aman’ lalu membiak, menghentak dan ‘mengganggu’ di akhir cerita.

Berpesan tentang Perundungan

Perundungan bisa terjadi pada siapa pun dan oleh siapa saja, dan di mana saja. Perundungan tak pernah benar. Efek buruknya melekat selamanya dalam ingatan, sadar ataupun tidak sadar. Tidak sedikit yang mengakhiri hidup karena mengalami perundungan di masa lalu karena terjadi di usia muda. Mereka bisa saja normal secara fisik, namun secara psikologis menyimpan luka yang dalam.

Ibaratnya kue pelangi yang dibalut warna indah, rasa yang manis dan dihiasi icing – hiasan bunga-bunga. Mata hanya menangkap warna-warna terang seperti merah, kuning, hijau, ungu, biru, namun di setiap lapisan, tak ada yang tahu ada kelam bersembunyi, barangkali rasanya pun tak manis, bisa saja pahit dan hambar. Rasa itu jauh di dasar tak tergapai lagi oleh titik peka.

 

Tentang Penulis

Rainbow Cake adalah kerjasama Rayni yang kedua dengan Christyan dan menjadi novel bergenre suspense pertama mereka. Selain membuat ilustrasi, Christyan juga ikut menulis, menyunting dan memperkaya novel ini. Novel ini digarap bersama kurang lebih setahun lamanya.

Rayni N Massardi, kelahiran Brussels, Belgia, pada 29 Mei 1957 adalah putri pertama dari pasangan Anwar A. Moein dan Siti Baini Moein. Lulusan Universitas Paris III, Sorbonne Nouvelle, Departement d’Etude et de Recerches Cinematographiques, Paris, Perancis (1981). Rayni pernah ikut dalam beberapa produksi film dan mengajar sinematografi. Ia pun menulis banyak cerita pendek yang dibuat di koran dan majalah. Cerpennya terpilih dalam Kumpulan Cerpen Terbaik Kompas 1995 (Laki-laki yang Kawin dengan Peri) dan Kumpulan Cerpen Terbaik Kompas 2006 (Riwayat Negeri yang Haru).

Christyan AS, lahir di Blitar, Jawa Timur, 9 Februari 1990, Christyan AS dibesarkan di Denpasar Bali. Lususan Pendidikan Seni Rupa di Universitas Negeri Malang dan melanjutkan studinya di Program Pascasarjana Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa UGM. Christyan berkarya di bidang multidisplin seni seperti seni rupa, teater, menulis lagu, dan lain-lain.

 

Judul Buku: Rainbow Cake

Penulis: Rayni. N. Massardi & Christyan AS

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Cetakan: I

Terbit: Mei 2019

ISBN: 9786020629780

Tebal: 256 halaman

Harga: Rp. 78.000

Share Yuk !

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay

PanenRayaNusantara

Update Your Life With Svarga News

Dapatkan info menarik, menghibur dan menambah wawasan di Svarga News
BrandingStarterPack
JasaDesignLogo
DenpasarFestivalColorRun5k2019
DenpasarFestival2019