fbpx

‘The Devil All the Time’, Bila Iblis Hadir untuk Memperdaya Manusia di Tiap Kesempatan

Netflix kali berhasil! Salah satu film unggulannya yang hadir pada medio September ini merupakan salah satu yang terbaik di tahun 2020. Film yang sejak awal diprediksi bakal mendapat respon positif ini memang unggul dengan ceritanya yang berliku, dengan sederet cast terkenal yang akan mengundang kita untuk penasaran akan film ini sendiri.

Film berjudul ‘The Devil All the Time’ yang disutradarai oleh Antonio Campos (Christine) ini diangkat berdasarkan novel karya Donald Ray Pollock dengan judul yang sama, dan uniknya lagi film ini dinarasikan oleh sang pengarang itu sendiri.

Menit pertama dimulai kita langsung diajak mengenal sebuah tempat di Virginia dan sebuah daerah bernama Knockemstiff di Ohio di masa setelah Perang Dunia ke-2.

© Netflix

Setelah selesai berperang, Willard Russell (Bill Skarsgård) bertemu dengan Charlotte (Haley Bennett), di Coal River, Virginia. Dan mereka kemudian menikah dan pindah ke Knockemstiff pada tahun 1957. Mereka kemudian mempunyai anak laki-laki bernama Arvin kecil (Michael Banks Repeta), yang belajar dari ayahnya kalau dunia ini begitu kejam, terlebih saat ayahnya tahu kalau Arvin seringkali dirundung oleh teman-temannya di sekolah.

Perjalanan keluarga itu mulai masuk dalam masalah besar saat Charlotte meninggal karena kanker. Willard yang berusaha berdoa kepada Tuhan, agar istrinya disembuhkan, merasa Tuhan tak mendengar keinginannya. Hal itu mengakibatkannya frustasi dan bunuh diri.

Cerita kemudian bergeser ke masa depan dengan beberapa cast lainnya, mulai dari pasangan Helen Hatton (Mia Wasikowska) dan Roy Lafferty (Harry Melling) yang walaupun memiliki screentime yang termasuk sedikit, namun Roy menunjukkan gejala yang sama dengan apa yang dialami Willard Russell.

Sandy Henderson (Riley Keough) dan Carl Henderson (Jason Clarke) kemudian masuk scene dengan menjadi pasangan serial killer, yang akhirnya bersinggungan juga dengan Roy Lafferty dan cast lainnya secara kebetulan.

© Netflix

Sebastian Stan kemudian hadir dan berevolusi menjadi polisi jahat yang korup dan bertemu juga bertemu dengan Arvin kecil saat ayahnya bunuh diri dan kemudian tampil sekali lagi jelang konklusi, yang membuat perjalanan kisahnya juga menarik disimak.

Di pertengahan cerita, Preston Teagardin (Robert Pattinson) masuk dengan pesonanya sendiri, sebagai seorang pendeta yang dihormati oleh umatnya, namun dirinya ternyata juga melakukan banyak dosa terlarang, yang semuanya selalu ia kaitkan dengan kemauan Tuhan yang bertindak atas namanya.

Terakhir, Tom Holland yang berperan sebagai Arvin dewasa, memainkan karakter penting dan krusial. Ia tinggal bersama nenek dan pamannya. Di mana ia juga mempunyai adik angkat perempuan, yang merupakan anak dari pasangan Helen dan Roy.

Walaupun semua karakter mempunyai evil side-nya masing-masing, sub-plotnya saling membentuk keterkaitan dengan karakter lainnya secara tak sengaja. Film ini jelas mengikuti perjalanan Arvin hingga dewasa, yang pada akhirnya membentuk sebuah persona yang sebetulnya tak ia inginkan. Perilaku impulsif tersebut muncul karena adanya dorongan eksternal yang membuatnya tak mempunyai pilihan lain selain melakukan apa yang menurutnya benar.

‘The Devil All The Time’ sendiri menghadirkan alur maju mundur untuk menjelaskan beberapa karakter utamanya. Dengan cara seperti itu setidaknya kita mengerti apa yang menjadi landasan bagi karakter-karakter yang dimaksud. Cara ini tak nyaman buat banyak orang yang agak kesulitan merangkai timeline puzzle yang diberikan, tapi eksekusi ini sangat menarik, mengingatkan kita akan film ‘The Place Beyond the Pines’ (2012) yang menggunakan pola serupa, namun dengan scoop yang lebih kecil.

© Netflix

Tapi titik penting dalam film ini adalah dogma pada sebuah sisi relijius bisa menggiring kita kita ke arah lebih gelap, suram, penuh dosa. Secara otomatis membawa orang itu membuat keputusan yang mengerikan, dan dengan sendirinya menjauh dari Tuhan. Tema penting inilah yang menghubungan setiap alur cerita dari tiap karakter.

Jika seseorang percaya kalau kita berdoa kepada Tuhan akan menyembuhkan penyakit kanker, pastinya ia akan berdoa terus berhari-hari, dan kalau perlu membuat pengorbanan, agar doanya didengar. Di lain cerita, jika Tuhan memberikan mukzizat, orang itu akan memperlihatkan kepada orang lain, betapa besar kuasa Tuhan yang hadir lewat dirinya, sehingga ia bisa melewati apapun yang orang lain tak bisa melakukannya.

Namun ketika Tuhan seolah berkata kepada mereka untuk melakukan sesuatu yang tidak masuk logika, tidak manusiawi, mereka tak sadar telah melakukan dosa dengan cara yang paling mengerikan dalam sekejap mata. Di situ lah iblis telah muncul melakukan pekerjaannya.

Manipulasi religius yang tak disadari ini digambarkan dengan sangat realistis, sehingga mengubah ‘The Devil All The Time’ menjadi tontonan menarik, sekaligus cukup rumit. Namun tema yang diangkat dalam film ini sampai sekarang masih relate dengan kehidupan masyarakat di zaman modern yang majemuk dan serba multi tafsir.

Film ini memang agak lambat dalam bertutur, namun di paruh kedua film, semua menjadi jauh lebih menarik. Semua mulai terangkai satu sama lain, dan semua pertanyaan akan mulai terjawab.

© Netflix

Antonio dan Paulo Campos (sebagai penulis naskah-red) telah melakukan hal luar biasa dalam film ini. Bagaimana caranya mereka mengemas film dengan banyak alur cerita dengan kesamaan tema yang bisa dikatakan kontroversial, ternyata membuat film ini jauh dari kata membosankan. Dari sisi teknis, sinematografinya juga sangat menonjol, begitu pula dengan scoring-nya.

Untuk cast-nya sendiri, semuanya berperan sangat apik, tapi kredit lebih harus diberikan kepada Tom Holland, yang secara luar biasa bisa melepaskan karakter Spider-Man yang selama ini lekat dalam dirinya. Robert Pattinson, Riley Keough dan Bill Skarsgård, juga tampil mengesankan dengan karakter yang ditampilkannya.

© Netflix

Keberanian menggunakan narasi agama memang harus diacungi jempol. Sekarang tinggal pemahaman kita sebagai penonton, akankah menerima film ini secara terbuka tanpa perlu berpikir negatif kesana kemari. Perlu diingat, film ini memiliki rating ‘R’, yang menghadirkan kekerasan yang cenderung gore dan konten seksual, jadi bijaklah saat menonton.

Film ini telah hadir di Netflix mulai 16 September, kapan lagi kita bisa menonton film berkualitas dengan deretan cast ternama seperti ini?

Director: Antonio Campos

Casts: Tom Holland, Bill Skarsgård, Riley Keough, Reobert Pattinson, Haley Bennett, Mia Wasikowska, Jason Clarke, Sebastian Stan, Eliza Scanlen, Harry Melling

Duration: 138 Minutes

Score: 8.5/10

Share Yuk !

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay

PanenRayaNusantara

Update Your Life With Svarga News

Dapatkan info menarik, menghibur dan menambah wawasan di Svarga News
BrandingStarterPack
JasaDesignLogo
DenpasarFestivalColorRun5k2019
DenpasarFestival2019