Indonesia Sukses Turunkan Emisi, Norwegia Akan Bayar 56 Juta Dollar AS

Keberhasilan Indonesia menurunkan emisi, rupanya disambut positif oleh Norwegia. Salah satu negara Skandinavia itu akan membayarkan hasil penurunan emisi yang berhasil dilakukan oleh Indonesia.

Melalui laman resmi pemerintah Norwegia, Regjeringen.no, Jumat (3/7), pemerintah Norwegia akan melakukan pembayaran berbasis hasil (result based payment) sebagai hasil kerja sama Reduction of Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) sebesar 530 juta Krona Norwegia (NOK) setara US$ 56 juta pada tahun 2020 kepada Indonesia.

“Kami menyambut baik pengumuman pembayaran berbasis hasil yang telah disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Iklim Norwegia Sveinung Rotevatn,” ujar Dubes Todung Mulya Lubis dalam siaran pers KBRI Oslo seperti dikutip dari Kontan.co.id, (5/7). 

Todung mengungkapkan, dalam pertemuan pada 17 Juni 2020 lalu, Rotevatn menyampaikan bahwa Indonesia merupakan mitra penting dalam melawan perubahan iklim dan penurunan gas rumah kaca. Indonesia dipandang sebagai contoh sukses kerangka kerja sama tersebut.

Pada tahun ini, Indonesia-Norwegia juga memperingati 70 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara sekaligus 10 tahun kemitraan dalam kerangka kerja sama REDD+. Kemitraan ini telah membuahkan hasil yang positif bagi penurunan emisi gas rumah kaca Indonesia.

Ia melanjutkan, kemitraan Indonesia-Norwegia dalam bidang lingkungan hidup sangat menguntungkan kedua belah pihak, di mana Norwegia tidak hanya memberikan dukungan pendanaan, namun juga dukungan teknis. 

“Kami harapkan agar kerja sama ini dapat terus berlanjut dan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang,” ucap Todung.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Iklim Norwegia Sveinung Rotevatn mengumumkan, Norwegia akan membayarkan hasil kerja penurunan emisi yang telah dilakukan oleh Indonesia. 

Jumlah pembayaran berbasis hasil yang dilakukan oleh Norwegia merupakan pembayaran atas hasil penurunan emisi yang telah diraih Indonesia pada tahun 2016-2017. Angka penurunan emisi yang telah diverifikasi untuk tahun tersebut mencapai 11,2 juta ton CO2eq. 

Dengan harga pasar karbon dunia sebesar US$ 5 per ton, maka total pembayaran untuk penurunan emisi tersebut mencapai US$ 56 juta.

Rotevatn bilang, pihaknya terus berkomitmen untuk melakukan pembayaran berbasis hasil atas penurunan emisi yang telah dicapai Indonesia pada tahun-tahun selanjutnya, sesuai komitmen yang disampaikan pada tahun 2010 yakni sebesar 6 miliar NOK. 

Diinformasikan di laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pemerintah Norwegia dan Indonesia bekerja sama untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dari deforestasi dan degradasi hutan dan kehilangan lahan gambut, melalui Letter of Intent yang ditandatangani pada 26 Mei 2010. Kerja sama itu terbagi dalam 3 fase. Fase I adalah fase persiapan (2011-2013).

Fase I ini merupakan tahapan untuk mengembangkan Strategi Nasional REDD+ yang dibarengi dengan rencana aksi, kebijakan dan pembangunan kapasitas. Sebelum memasuki fase 2, terdapat fase interm (tahun 2013 – 2016) guna mempersiapkan perangkat pelaksanaan REDD+.

Fase II, yaitu fase transformasi (2017-2020). Tahap ini difokuskan pada peningkatan kapasitas, pengembangan kebijakan dan implementasinya.

Fase III, yaitu fase implementasi penuh (setelah 2018). Pada fase ini diterapkan pembayaran berbasis kinerja yang telah terverifikasi dan tetap mendukung peningkatan kapasitas serta pengembangan kebijakan.


Share Yuk !

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay

PanenRayaNusantara

Update Your Life With Svarga News

Dapatkan info menarik, menghibur dan menambah wawasan di Svarga News
BrandingStarterPack
JasaDesignLogo
DenpasarFestivalColorRun5k2019
DenpasarFestival2019