fbpx

Home Desert Bali, Surga untuk Pecinta Brownies Sesungguhnya (Part-2)

Menyambung perjalanan kuliner pada hari Sabtu kemarin, keesokan harinya, penulis juga diundang ke tempat yang sama di Mamen Hedon, dan sekarang kita akan masuk ke dalam bangunan, di mana ada surga kecil buat kita pecinta brownies.

Tempat dengan nuansa café yang diberi nama Home Desert Bali ini mengkhususkan diri untuk desert. Selain Brownies yang tersedia dengan dua varian, di tempat ini juga menyediakan Kopi, Kombucha (teh fermentasi dengan bakteri dan ragi), dan Arak Bali dengan tiga varian.

Home Desert Bali yang dikelola oleh Anton Widagdo yang dan Kiki ini dibuat karena melihat kecenderungan orang nongkrong berlama-lama tanpa didampingi desert yang pas. Ko Anton sendiri dengan pengalaman panjangnya di food and beverages di Amerika selama lebih dari 20 tahun, sempat mengalami culture shock saat kembali ke Indonesia.

Ko Anton dengan Brownie Fudgy Chocolate-nya

Ko Anton sempat bertanya kepada Kiki mengenai brownies yang enak di Indonesia seperti apa, dan betapa terkejutnya ia setelah mencicipi salah satu brand ternama brownies kukus yang acapkali dibeli orang Indonesia. Akhirnya dengan pengalamannya itu ia mencoba mengembangkan brownies sesungguhnya yaitu brownies panggang yang merupakan brownies otentik yang pertama kali ditemukan di Amerika menjelang abad ke-19.

Setelah beberapa kali trial dengan chef andalannya, Ko Anton menemukan brownies yang sekarang ia kembangkan lewat dua varian original brownies dari Amerika Serikat, yaitu Fudgy Chocolate Brownie dan Butterscotch Blondie Brownie. Untuk Fudgy Chocolate sendiri Ko Anton menggunakan dark chocolate berkualitas dalam pembuatannya, sedangkan untuk Blondie sendiri menggunakan butterscotch atau campuran brown sugar dan mentega, yang di-mix dengan campuran chocolate chip di dalamnya. Semuanya ditaburi sea salt sebelum disajikan.

Counter Home Desert Bali
Suasana cafe yang cozy untuk berkumpul

Setelah mencoba chocolate brownie ini, penulis serasa mengalami déjà vu, memori seketika langsung terbawa ke zaman sebelum Indonesia diterpa krisis moneter, di mana pada waktu itu, brownie seperti inilah yang sempat penulis rasakan. Setelah krisis mereda, brownie dengan tektur padat renyah di luar dengan sedikit gooey saat dikunyah seperti ini makin sulit ditemukan, kalaupun ada, teksturnya pun berbeda dari apa yang disajikan di Home Desert Bali.

Untuk kopinya sendiri, Ko Anton mendatangkan kopi lokal dari Singaraja, dan khusus untuk kopi susu-nya sendiri dihadirkan dengan cara tradisional dengan menggunakan seduhan kopi hitam yang dicampur dengan susu kental manis, seperti yang pernah disajikan di warung-warung pinggir jalan, sebelum era kopi sachet merubah tatanan penyajian kopi yang sesungguhnya.

Butterscotch Blondie Brownie

Kombucha-nya sendiri hadir dengan tingkat keasaman yang lumayan tinggi. Penulis untungnya pernah merasakan seperti apa rasa teh fermentasi beberapa tahun sebelumnya. Namun untuk yang belum pernah merasakan, sebaiknya teh ini dicampur dengan es batu agar lidah kita tak kaget dengan tamparan asam yang dikandungnya.

Buat kita yang suka minuman alkohol, beverages terakhir yang penulis coba adalah Arak Bali yang hadir dalam tiga varian, original, blue dan strawberry yang dikemas dalam botol plastik transparan. Rasanya pun sama seperti Arak Bali pada umumnya, dengan alkohol 25-30% yang hangat namun tak akan membuat kita mabuk.

Konklusi akhir dari desert yang dihadirkan oleh Home Desert Bali memang top notch, dengan menu andalan baked brownies dengan dua varian dan kopi hitam lokal-nya memang tepat menemani saat pagi hari atau saat senja merekah.

Deretan beverages yang dijual mulai dari Kombucha (kiri), dan tiga varian Arak Bali

Brownies yang sudah dikurangi kadar gulanya ini (versi originalnya jauh lebih manis-red) terasa pas untuk lidah Indonesia. Ko Anton sendiri sempat menambahkan nantinya ada beberapa varian brownie yang akan masuk menu utama hingga akhir tahun ini, seperti peanut butter, cookies and cream, red velvet, tiramisu, dan coffee.

Harganya sendiri relatif terjangkau. Untuk Chocolate Fudge Brownie dibandrol mulai harga Rp 15 ribu/slice dan Butterscotch Blondie Brownie mulai dari Rp 18 ribu/slice. Brownie ini bisa dinikmati dengan paket kopi atau es krim vanilla. Untuk kopinya sendiri dibandrol Rp 12 ribu untuk semua varian. Menarik bukan?

Yuk, buat kamu yang penasaran seperti apa rasa brownies original yang sesungguhnya, bisa datang ke Mamen Hedon, langsung saja masuk ke bagian dalam ruko untuk dapat menikmati desert istimewa ini.

Mamen Hedon

Jl. Raya Kuta, No. 21, Kuta, Bali 80361

Share Yuk !

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Leave a Replay

PanenRayaNusantara

Update Your Life With Svarga News

Dapatkan info menarik, menghibur dan menambah wawasan di Svarga News
BrandingStarterPack
JasaDesignLogo
DenpasarFestivalColorRun5k2019
DenpasarFestival2019